MBA Kami dari FEB UGM



Faculty of Economics and Business
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora No.01, Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia

"Batik Lukis Basu SD" adalah Buku Pertamaku Terkait Ekonomi Kreatif

"Batik Lukis Basu SD" adalah Buku Pertamaku Terkait Ekonomi Kreatif
"Batik Lukis Basu SD" adalah Buku Pertamaku Terkait Ekonomi Kreatif

Model Marissa Haque Ikang Fawzi, Foto by Elis Anis, Batik Cantik Prof.Dr. Basu Swastha Sharmmeta,

Model Marissa Haque Ikang Fawzi, Foto by Elis Anis, Batik Cantik Prof.Dr. Basu Swastha Sharmmeta,
Model Marissa Haque Ikang Fawzi, Foto by Elis Anis, Batik Cantik Prof.Dr. Basu Swastha Sharmmeta, FEB UGM, Location at Majis UIN Yogyakarta, August 2011.

Leaflet Launching Pameran Tunggal Batik Lukis Basu SD (Marissa Haque & Meta Thereskova)

Leaflet Launching Pameran Tunggal Batik Lukis Basu SD (Marissa Haque & Meta Thereskova)
Leaflet Launching Pameran Tunggal Batik Lukis Basu SD (Marissa Haque & Meta Thereskova)
Tampilkan postingan dengan label Kreatif dalam Kehidupan Marissa Haque Ikang Fawzi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kreatif dalam Kehidupan Marissa Haque Ikang Fawzi. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2012

Basu S.D. Pamerkan Lukisan Batik: dalam Marissa Haque Fawzi

Tanggal Posting 2012-09-26 15:03:33

Basu S.D. Pamerkan Lukisan Batik  

Sumber: http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=4951

Pakar pemasaran UGM, Prof. Dr. Basu Swastha Dharmmestha, M.B.A., menggelar pameran tunggal lukisan batik bertajuk 'Kebangkitan Melukis Batik untuk Memayu Hayuning Bawana'. Dalam pameran yang digelar selama lima hari, 26-30 September 2012, di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM ditampilkan 54 lukisan batik karya Basu S.D. dalam rentang tahun 1968-2012. Beberapa lukisan batik menggambarkan wayang, merak, ikan, dan prajurit.


Basu S.D. mengatakan pameran kali ini diselenggarakan sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai tradisi untuk memperkuat jati diri bangsa. Penetapan batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia oleh PBB pada 2011 silam semakin menambah semangat Basu untuk lebih berperan dalam pelestarian dan pengembangan batik, bahkan meningkatkan citra batik Indonesia di kalangan internasional.


Kegemaran melukis Basu bukanlah sesuatu yang baru. Ia mulai belajar melukis pada pelukis ternama, almarhum Bagong Kusudiharjo, pada 1986. Sementara pelajaran membatik didapat dari sang ibu dan nenek. Lukisan pertamanya berjudul 'Burung Hantu' dibuat pada tahun 1968. Selanjutnya, 'Keburukan vs Kebaikan' (1973), Ikan (1980), dan Dua Prajurit Pandawa (1985). Karena kesibukan sebagai akademisi, Basu rehat melukis selama 25 tahun. Baru pada 2010 ia mulai menekuni kembali hobi melukis hingga saat ini. Ditambahkan Basu bahwa ide menyelenggarakan pameran tunggal telah muncul setahun silam yang menargetkan memamerkan 100 lukisan. Karena keterbatasan waktu dan kesibukan utama sebagai akademisi menjadikan target tersebut belum dapat terealisasi.


Sementara itu, Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., dalam sambutannya menyampaikan pada 20 Oktober mendatang UGM akan mendeklarasikan diri membuka panggung PKKH UGM untuk seluruh lapisan masyarakat seniman di Yogyakarta dan daerah lainnya di Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan amanat dalam Statuta UGM yang menyebutkan UGM selain sebagai balai pendidikan juga balai kebudayaan. “Kami ucapkan selamat dan pameran lukis batik ini melengkapi semangat UGM dalam memperkuat komitmen UGM sebagai balai kebudayaan,” tuturnya.


Di samping menggelar pameran tunggal, dalam kesempatan tersebut Basu S.D. juga meluncurkan buku berjudul 'Ilmu Pemasaran dalam Seni Batik Lukis'. Buku lain yang juga diluncurkan dalam kesempatan itu adalah 'Batik Lukis Basu S.D.' yang ditulis oleh Marissa Haque dan Meta Ayu Thereskova. Buku tersebut dipersembahkan khusus untuk sang pelukis. (Humas UGM/Ika)

"Basu S.D. Pamerkan Lukisan Batik: dalam Marissa Haque Fawzi"

Kamis, 20 September 2012

Ikang Fawzi: De Green, Tempat Berbelanja Terbesar di Tambun (Bekasi)

De Green, Tempat Berbelanja Terbesar di Tambun

By redaksi - Fri Aug 31, 1:50 pm
  • Konsep Tata Niaga Terpadu

BANGUN RUKO: 
Rocker Ikang Fawzi berfoto didepan gerbang ruko yang bakal dibangun oleh PT Surya Sakti Bumi Persada

TAMBUN SELATAN – Persaingan properti di Kabupaten Bekasi melirik banyak investor. Kali ini, penyanyi rock gaek Ikang Fauzi ikut ramaikan persaingan bisnis properti di wilayah Mangunjaya, Tambun Selatan. Dengan mengusung konsep rumah toko (ruko) dan menata perniagaan yang ada di kawasan Tambun Selatan, suami dari Marisa Haque ini berencana membangun 180 ruko dengan perusahaan PT Surya Sakti Bumi Persada.

“Ada sekitar 180 unit ruko yang kami tawarkan. Keberadaan ruko ini nantinya akan menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Tambun Selatan,” jelas Ikang Fauzi yang juga menjabat sebagai direksi PT Surya Sakti Bumi Persada.

Dijelaskan, kawasan perniagaan yang diberi nama De Green ini nantinya bukan semata-mata menjadi tempat perbelanjaan. Berbagai fasilitas seperti tempat menonton juga akan disiapkan. Tidak hanya itu, semua pedagang nantinya bisa berkumpul di ruko ini untuk menjajakan dagangannya. De Green berusaha untuk memanjakan masyarakat agar tidak perlu jauh-jauh berbelanja atau berwisata.
”Orang nanti datang kesini bisa sendiri-sendiri dan bisa menentukan meeting point di salah satu tempat makan yang ada disini. Ini semua kami konsep sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambah penyanyi senior ini.

Untuk harga yang ditawarkan De Green tidak terlalu mahal. Konsumen hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp300 jutaan untuk mendapatkan satu unit ruko. Harga tersebut cukup murah dibandingkan harga ruko lainnya di wilayah Tambun. Sebab Ikang sendiri mengaku keberadaan De Green sendiri tidak semata-mata jualan properti, melainkan ingin ikut membuat trand market di kawasan Bekasi.

”Tag line kami nantinya, kalau dengan Rp300 jutaan bisa beli ruko, kenapa mesti beli rumah. Itu artinya harga yang kami tawarkan sangat menarik karena seharga rumah yang ada di Bekasi,” imbuh Ikang yang gemar mengenakan kacamata hitam ini.

De Green akan dibuka 29 September mendatang. Ia menargetkan, launching perdana mampu menjual sekitar 40 unit ruko. Sementara pembangunan kawasan tata niaga yang diklaim terbesar di wilayah Tambun ini direncanakan selesai dalam waktu empat sampai lima tahap pembangunan.

”Saya optimis waktu launching nanti 40 ruko habis terjual. Sebab seluruh infrastruktur awal sebagai penopang ruko sudah kami bangun dan sudah bisa digunakan,” tegasnya. (MOT)

MBA Kami dari FEB UGM



Faculty of Economics and Business
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora No.01, Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia

Kreatif dalam Upaya Mencapai Panjang Usia (Marissa Haque Ikang Fawzi).jpg

Kreatif dalam Upaya Mencapai Panjang Usia (Marissa Haque Ikang Fawzi).jpg
Kreatif dalam Upaya Mencapai Panjang Usia (Marissa Haque Ikang Fawzi).jpg